Medan, PakarDaily – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM PAKAR Indonesia menyatakan akan menggelar aksi unjuk rasa pada 20 Agustus 2026 di Mapolda Sumatera Utara dan Kantor Cabang BNI Jalan Pemuda, Medan. Rencana aksi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom, dalam konferensi pers di Hotel Lexus, Selasa (4/8/2026).
Dalam keterangannya kepada awak media, Atan yang didampingi Ketua DPW LSM PAKAR Sumatera Utara, Elyta Megawati, mengungkapkan kekecewaannya terhadap berbagai persoalan yang disebut melibatkan Bank BNI sebagai salah satu bank milik negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“BNI ini masalah lagi, banyak permasalahan, banyak kita dengar pemberitaan dimana-mana, saya sangat kecewa terhadap persoalan-persoalan di BNI ini, seperti penjualan aset dari Ibu Flora dengan pembeli Amarianto pada tahun 2011 senilai 3,4 Miliar yang baru di bayar 1,9 Miliar, berani nya pihak BNI mengatakan bahwasanya pelunasan 1,5 miliar telah dibayar, maka dari itu kami akan mengadakan aksi besar-besaran, karena kami menduga adanya mafia-mafia di Bank BNI,” ujar Atan.

Salah satu yang menjadi sorotan berkaitan dengan klaim pelunasan dari BNI beberapa waktu lalu didalam pertemuan resmi. Dimana BNI mengatakan telah melakukan pelunasan melalui Bank lain sementara Flora tidak pernah memiliki rekening di Bank yang disebut.klaim pelunasan sebesar Rp1,5 miliar menurutnya masih memerlukan kejelasan.
“Kami meminta transparansi terkait klaim pelunasan tersebut, termasuk bukti pembayaran yang disebut dilakukan melalui salah satu bank. Hingga saat ini, permintaan resmi yang telah kami sampaikan belum mendapatkan tanggapan,” jelasnya.
Atan juga menyampaikan bahwa pihaknya telah melayangkan surat kepada sejumlah instansi, di antaranya BNI pusat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain itu, pemberitahuan aksi juga telah disampaikan kepada Polrestabes Medan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam persoalan tersebut, Atan menyebut bahwa informasi yang diperoleh masih bersifat awal dan memerlukan pendalaman lebih lanjut. Ia mengungkapkan adanya indikasi keterlibatan oknum, baik yang masih aktif maupun yang telah pensiun, tanpa merinci identitas secara lengkap.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak BNI belum memberikan tanggapan resmi atas sejumlah pertanyaan yang telah disampaikan oleh awak media. Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk memberikan klarifikasi guna memenuhi prinsip keberimbangan informasi (cover both sides).
Aksi yang direncanakan pada 20 Agustus mendatang disebut sebagai bagian dari upaya penyampaian aspirasi secara terbuka, sekaligus mendorong transparansi dan penjelasan kepada publik atas isu yang berkembang.










Komentar