PAKARDAILY.COM,MANGGARAI TIMUR — Beredar sebuah video yang memperlihatkan sejumlah warga menghadang mobil boks bertuliskan “Partai Gerindra Peduli Flores”. Video tersebut diunggah oleh akun Facebook Novan Andri pada Selasa (18/8/2026).
Dalam video tersebut, sejumlah warga terlihat meminta kendaraan yang membawa bantuan untuk berhenti. Peristiwa itu kemudian menimbulkan narasi bahwa masyarakat menolak bantuan. Namun, berdasarkan keterangan yang disampaikan pengunggah video, warga sebenarnya tidak menolak bantuan, melainkan meminta agar bantuan yang telah tiba di wilayah mereka turut disalurkan kepada korban gempa setempat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Disebutkan, DPC Partai Gerindra Manggarai Timur saat itu tengah membawa bantuan menuju Pota. Dalam perjalanan, kendaraan melintasi wilayah Wae Pesi, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Saat berada di lokasi tersebut, masyarakat yang juga terdampak gempa meminta agar sebagian bantuan diturunkan dan disalurkan kepada warga setempat yang membutuhkan.
Permintaan itu disebut muncul karena warga Wae Pesi merasa belum mendapatkan bantuan meski telah beberapa hari pascagempa. Mereka berharap bantuan yang sudah tiba di wilayah tersebut dapat diberikan kepada korban yang berada di sekitar lokasi, bukan kembali dibawa ke daerah lain.
“Masyarakat bukan menolak bantuan. Perlu diluruskan kronologinya agar tidak terjadi kesalahpahaman,” demikian keterangan yang disampaikan dalam unggahan tersebut.
Menurut keterangan tersebut, warga mengaku sudah tiga hari setelah gempa belum mendapatkan tindak lanjut bantuan dari pemerintah setempat maupun pemerintah daerah. Sementara itu, sejumlah wilayah lain, khususnya di Kecamatan Reok, disebut telah menerima bantuan beberapa kali.
Karena itu, aksi warga menghadang kendaraan bantuan lebih tepat dipahami sebagai bentuk permintaan agar distribusi bantuan juga memperhatikan kondisi korban gempa di Wae Pesi.
Warga pada dasarnya menginginkan bantuan yang telah sampai di wilayah mereka dapat segera disalurkan kepada masyarakat terdampak yang membutuhkan.
Dengan demikian, narasi yang menyebut warga menolak bantuan dinilai kurang tepat. Berdasarkan kronologi yang disampaikan pengunggah, warga justru meminta agar bantuan tersebut tidak melewati wilayah mereka begitu saja dan dapat diberikan kepada korban gempa di Wae Pesi.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena distribusi bantuan pascabencana perlu dilakukan secara merata dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak. (***)










Komentar