Pidato Prabowo di Rusia Soal MBG Disorot, Media Rusia Angkat Kasus Dugaan Keracunan

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 10:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PAKARDAILY.COM,RUSIA — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto mendapat sorotan dari sejumlah media Rusia. Pemberitaan tersebut muncul di tengah kunjungan Prabowo ke Rusia dan penyampaiannya mengenai program pemenuhan gizi masyarakat dalam forum Eastern Economic Forum (EEF) ke-11.

 

Prabowo menghadiri EEF 2026 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Kamis (3/9/2026), sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam forum yang mengangkat tema “The Far East: Development for the Benefit of People” tersebut, Prabowo menekankan bahwa pembangunan harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat luas. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat.

 

Prabowo mencontohkan sejumlah indikator yang menurutnya penting, mulai dari anak-anak yang memperoleh asupan makanan bergizi, petani yang mendapatkan pupuk dan harga hasil panen yang layak, ketersediaan rumah bagi keluarga, lapangan pekerjaan produktif bagi generasi muda, hingga pemerataan akses listrik.

 

Dalam konteks tersebut, Prabowo menjelaskan alasan pemerintah menjalankan program pemberian makanan bergizi secara gratis.

 

“Inilah alasan Indonesia menyediakan makanan bergizi gratis bagi seluruh anak-anak kita dan para ibu mereka yang sedang hamil. Inilah alasan kami mengejar swasembada pangan dan ketahanan energi,” ujar Prabowo.

 

Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia terus mendorong hilirisasi industri sebagai bagian dari strategi meningkatkan nilai tambah sumber daya alam sekaligus membuka lebih banyak kesempatan kerja.

 

Namun, pemberitaan mengenai MBG di Rusia justru mengambil sudut pandang berbeda. Tidak lama setelah pidato Prabowo, media Rusia Moskovskij Komsomolets (MK.ru) menurunkan laporan terkait sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan program makan gratis tersebut.

 

Artikel yang dipublikasikan pada Kamis (3/9/2026) itu mengangkat judul berbahasa Rusia, “Почти 800 человек отравились бесплатными школьными обедами”, yang secara umum berarti “Hampir 800 orang keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”

 

Dalam pemberitaannya, MK.ru menyoroti keluhan sejumlah korban, di antaranya mual, muntah dan gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan. Media tersebut juga mengaitkan kasus itu dengan kejadian serupa yang dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

 

Sorotan terhadap MBG berlanjut sehari kemudian. Media Rusia lainnya, News AM, pada Jumat (4/9/2026), kembali memberitakan sejumlah kasus yang dikaitkan dengan program tersebut.

 

News AM menggunakan judul “В Индонезии около 2 тысяч учеников и учителей отравились бесплатными школьными обедами”, yang berarti “Di Indonesia, sekitar 2.000 siswa dan guru keracunan akibat makan siang gratis di sekolah.”

 

Laporan tersebut antara lain menyinggung dugaan keracunan di sebuah SMA di Lasem, Jawa Tengah, yang disebut melibatkan 752 siswa dan 25 guru. Kasus lain juga disebut terjadi di sebuah pesantren di Jawa Timur dengan sekitar 730 orang mengalami gejala.

 

Selain itu, News AM menyoroti laporan dari Sulawesi Selatan yang menyebut adanya persoalan pada makanan, termasuk makanan yang dinilai belum matang sempurna, ayam berlendir hingga bau amis.

 

Meski demikian, media Rusia tersebut tetap menempatkan MBG sebagai salah satu program utama pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah di Indonesia.

 

Di sisi lain, pemberitaan News AM turut mengangkat sejumlah kritik terhadap besarnya anggaran program serta dugaan persoalan dalam pelaksanaan MBG, termasuk tuduhan korupsi yang disebut berkaitan dengan penyelenggaraan program tersebut.

 

Rangkaian pemberitaan ini menjadi sorotan tersendiri. Saat Prabowo menyampaikan MBG sebagai bagian dari visi pembangunan Indonesia di forum internasional yang dihadiri Presiden Vladimir Putin, media Rusia justru menyoroti persoalan di lapangan berupa sejumlah kasus dugaan keracunan yang dikaitkan dengan pelaksanaan program makan gratis tersebut.

 

Perbedaan sudut pandang itu memperlihatkan bahwa MBG tidak hanya menjadi perhatian di dalam negeri, tetapi juga mulai mendapat sorotan media internasional, khususnya terkait efektivitas dan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaannya. (***)

Follow WhatsApp Channel pakardaily.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HKTI sumut dilantik,zakiyuddin Harahap dorong penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani
Banjir Letda Sujono Berulang, Bobby Nasution Desak Percepatan Penanganan Lintas Pemerintah
Ruko di Jalan Swadaya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Tak Berhenti pada Formalitas
Penerbangan Soekarno-Hatta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Lion Air Pilih Reschedule hingga 9 September
Kareg BGN Sumut Berganti, LSM PAKAR Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Permainan Titik SPPG
Kecelakaan di Depan SPBU Mulawari Berujung Temuan 10 Batang Tanaman Diduga Ganja
Gerindra Sumut Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Sinabung, Ihwan Ritonga: ‘Bentuk Kepedulian dan Solidaritas
Monev Sudah Diteruskan ke Satpol PP, Pembangunan 4 Ruko di Medan Denai Tetap Jalan
Berita ini 6 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:15 WIB

HKTI sumut dilantik,zakiyuddin Harahap dorong penguatan sektor pertanian dan kesejahteraan petani

Rabu, 9 September 2026 - 16:08 WIB

Banjir Letda Sujono Berulang, Bobby Nasution Desak Percepatan Penanganan Lintas Pemerintah

Selasa, 8 September 2026 - 02:31 WIB

Ruko di Jalan Swadaya Disegel, LSM PAKAR Desak Penindakan Tak Berhenti pada Formalitas

Minggu, 6 September 2026 - 14:12 WIB

Penerbangan Soekarno-Hatta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Penumpang Lion Air Pilih Reschedule hingga 9 September

Jumat, 4 September 2026 - 13:52 WIB

Kareg BGN Sumut Berganti, LSM PAKAR Desak Kejati Tuntaskan Dugaan Permainan Titik SPPG

Berita Terbaru